4 Jenis Lisensi Online yang Harus Dimiliki Fintech OJK

Selain harus memiliki surat izin usaha, sebuah fintech OJK ternyata juga harus memiliki izin atau lisensi dari Bank Indonesia dan OJK. Lisensi ini berbeda-beda, sesuai dengan bidang usaha setiap fintech.

Dengan adanya lisensi dari Bank Indonesia dan OJK, maka akan membuat nama dari fintech yang akan dipasarkan ke masyarakat semakin baik.

Dan di bawah ini kami akan memberikan informasi mengenai lisensi yang harus dimiliki startup financial technology.

4 Jenis Lisensi Untuk Fintech OJK

Lisensi untuk fintech merupakan perizinan untuk operasional perusahaan tersebut. Izin ini berbeda dari registrasi perusahaan, dimana registrasi hanya bertujuan untuk pendaftaran nama dan bentuk perusahaan saja. Berikut adalah jenis dan cara buat izin usaha online atau lisensi untuk fintech.

Lisensi untuk dompet elektronik

Lisensi ini diberikan oleh Bank Indonesia untuk fintech yang menyelenggarakan layanan pembayaran elektronik berbasis server. Perusahaan harus memiliki izin usaha terlebih dahulu, yang dapat diurus secara online juga melalui OSS.

Selain dokumen standar seperti akta perusahaan, surat keterangan domisili usaha dan Tanda Daftar Perusahaan, juga ada beberapa dokumen tambahan. Misalnya profil produk dan laporan keuangan yang telah diaudit,

Lisensi untuk e-money

Lisensi ini juga diberikan oleh Bank Indonesia. Bedanya fintech penyelenggara e-money memiliki kegiatan operasional pembayaran uang elektronik berbasis chip. Untuk memperoleh lisensi ini, perusahaan fintech harus mengurus surat izin usaha terlebih dahulu, lalu lampirkan beras-beras izin usahanya.

Sebagai tambahan, fintech juga harus melampirkan laporan keuangan yang telah diaudit, analisa rancangan usaha, profil produk, bukti analisis kesiapan manajemen risiko, analisis rancangan usaha, dll.

Lisensi OJK untuk fintech pemberi pinjaman

Untu fintech pemberi pinjaman, lisensinya diperoleh dari OJK. Termasuk platform P2P lending dan pinjaman online. Selama lisensi masih dalam proses pengurusan, fintech boleh beroperasi. Dokumen yang diperlukan tidak jauh berbeda dengan dua lisensi sebelumnya.

Sebagai tambahan, untuk mendapatkan lisensi ini startup fintech juga harus telah lulus pengkajian oleh tim OJK serta melaporkan kinerja keuangan bulanannya secara rutin selama 12 bulan.

Lisensi OJK untuk fintech non lending

Fintech non lending adalah startup yang menyediakan layanan jasa Inovasi keuangan digital. Misalnya penghimpunan modal, manajemen investasi dan pengelolaan asuransi. Lisensinya juga diterbitkan oleh OJK dan memakan waktu lebih dari 12 bulan. Selain semua dokumen resmi pendirian badan usaha, startup juga wajib melampirkan bukti kesiapan tata kelola elektronik, SOP perlindungan konsumen, dll.

Demikian 4 jenis lisensi yang harus dimiliki sebuah startup fintech OJK. Semoga bermanfaat.